Home Berita Pesan Kepada IKAMARU Mesir, Drs. KH. M. Najib Suyuthi, M.Ag : “al-Quwwatu fi al-Ittihad”
Berita - IKAMARU RAM - Slide News - March 12, 2019

Pesan Kepada IKAMARU Mesir, Drs. KH. M. Najib Suyuthi, M.Ag : “al-Quwwatu fi al-Ittihad”

Kairo, ikamarumesir.com – Pada hari Ahad, 17 Februari 2019 Kiai Najib mendarat di Kairo bersama keluarga. Sebelum berkunjung ke Kairo, beliau sekeluarga telah menjalankan ibadah umrah ke tanah suci. Pada kesempatan ini tim redaksi, yang merupakan santri beliau, mendapatkan kesempatan untuk sowan pada hari Jum’at, 5 hari setelah kedatangan di penginapan beliau. Pada kesempatan tersebut, beliau berpesan kepada kami agar senantiasa menjaga kekompakan, kebersamaan, loyalitas, serta berperan aktif pada setiap program yang diselenggarakan oleh pengurus IKAMARU RAM. Sebab, “al-Quwwatu fi al-Ittihad,” tutur beliau.

Selain itu Kiai Najib juga berpesan agar senantiasa berpegang teguh pada wasathiyatul azhar, yaitu Islam moderat yang jauh dari radikalisme. Kemudian beliau menghimbau kepada kami untuk menjauhi segala bentuk keikutcampuran dalam perpolitikan Mesir. Dalam konteks ini, menurut beliau media sosial menjadi sangat rentan karena menjadi media bersosialisasi yang mudah aksesnya di dunia maya. “Jangan sampai mengunggah suatu hal yang berhubungan dengan perpolitikan Mesir, Kang,” lanjut beliau.

Kiai Najib juga menyampaikan bahwa mencampuri urusan politik negeri orang adalah hal yang tidak terpuji. “Disini itu ibaratnya kita sebagai tamu. Maka bersikap baiklah sebagaimana tuan rumah telah menerima tamunya dengan baik. Keikutcampuran itu bisa berupa kritikan atau ujaran kebencian.”

“Di negeri sendiri saja tidak boleh, apalagi di negeri orang!” tambah beliau.

Kiai Najib kemudian bercerita tentang dinamika mahasiswa Al-Azhar sekarang yang sudah berubah. Menurut beliau, dulu majlis ilmu semacam talaqi itu tidak banyak saat pertama kali ke Mesir pada tahun 1991. Akan tetapi sekarang sudah tidak terhitung lagi majlis ilmu yang diadakan di Masjid Al-Azhar. Maka dari itu, Beliau menghimbau agar talaqi harus dengan para masyayikh azhar yang benar-benar bersih dan aman dari hierarki perpolitikan Mesir. “Ini sangat penting diperhatikan oleh seluruh alumni pesantren Raudhatul Ulum di negeri kinanah. Jangan sekali-kali belajar kepada masyayikh yang salah, apalagi mendekati ranah khottul ahmar,” pesan beliau kepada yang hadir.

Kiai Najib tidak ingin terkendalanya proses keberangkatan mahasiswa baru angkatan 2018, terulang lagi pada tahun mendatang. Padahal hanya karena ulah segelintir orang yang tidak mengindahkan himbauan ini.

Pada kunjungannya ke Mesir ini, Kiai Najib sekeluarga menyempatkan diri bertamu ke rumah seorang mab’uts dari Al-Azhar untuk pesantren Raudhatul Ulum di Kafrus Syaikh. Setelah itu, beliau melanjutkan perjalanan ke Alexandria untuk berziarah sambil mengingat masa-masa belajar di Mesir. ”Saya dulu maen bola di situ kang,” sambil menujuk lapangan di depan asrama, tempat beliau tinggal dulu. Setelah itu, perjalanan di Alexandria di akhiri dengan berziarah ke makam para Auliya di sana.

Pada hari berikutnya, Kiai Najib juga berkunjung ke Majma’ Buhuts untuk bertemu dengan Dr. Muhyiddin Afifi. Selain itu beliau juga mengunjungi Darul ifta’ dan bertemu dengan Syaikh Mustafa Zaqlul.

Kunjungan Kiai Najib di Mesir berakhir pada hari Ahad, 24 Februari 2019. Pada akhirnya, segenap anggota Ikamaru Mesir di negeri seribu menara ini melepas kepulangan beliau ke tanah air.(zamil)

1 Comment

Comments are closed.

Check Also

Kesekian Kalinya, Loyalitas Digaungkan Pada Kumpul Bulanan IKAMARU RAM

Kairo, Ikamarumesir – Rabu (27/3) Pengurus IKAMARU RAM kembali mengadakan kumpul bul…