Home Berita Kesekian Kalinya, Loyalitas Digaungkan Pada Kumpul Bulanan IKAMARU RAM
Berita - IKAMARU RAM - Kegiatan - March 30, 2019

Kesekian Kalinya, Loyalitas Digaungkan Pada Kumpul Bulanan IKAMARU RAM

Kairo, Ikamarumesir – Rabu (27/3) Pengurus IKAMARU RAM kembali mengadakan kumpul bulanan di Aula Griya Jateng,  District 9, Nasr City. Setelah jamaah salat maghrib, acara dimulai terlebih dahulu dengan rebana dan pembacaan kitab maulid simthuddur. Kemudian dilanjutkan dengan melaksakan salat ghoib setelah salat isya secara berjamaah. Hari itu bertepatan dengan wafatnya Bapak Zaenal Arifin, salah satu dewan guru MTs Raudhatul Ulum. 

Acara kumpul bulanan ini juga sekaligus memperingati haul KH. Salim Suyuthi dan KH. Humam Suyuthi. Peringatan tersebut dimulai dengan pembacaan al-Qur’an bil ghoib yang dilaksanakan oleh DP Keputrian sejak pagi pada pukul 07.00 WLK.

Pada jam 19.00 WLK acara dibuka dan dipandu oleh Lum’atul Badril Hidayah dan Munilatul Farikha. Acara berikutnya adalah tahlil bersama yang dipimpin oleh Ahmad Fauzi. setelah itu, acara diisi oleh sambutan-sambutan yang diisi oleh ketua IKAMARU, Muhib Abrori.

Dalam kesempatan tersebut Ketua IKAMARU RAM, Muhib Abrori menyampaikan rasa bangganya, karena ternyata progam dari DP IKAMARU seperti bimbel dan kelas terjemah tidak hanya diikuti oleh kalangan internal saja. Tetapi di sisi lain, Dia juga prihatin dengan minimnya partisipasi internal untuk menyemarakkan setiap progam dari pengurus. Menurutnya, Ini sungguh kenyataan yang ironis ketika begitu banyak progam dan yang mengikuti hanya “itu-itu” saja. “Padahal kami (pengurus) telah memberikan yang terbaik kepada kalian, tapi kalian justru apatis kepada kami,“ ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Gus Hasan Salim. Beliau pun menyatakan hal yang sama, yaitu loyalitas. Beliau mengingatkan mengenai Ikrar Setia Alumni Raudlatul Ulum. Dalam ikrar tersebut pada poin keempat menyatakan, “Sanggup dan bersedia menjadi anggota Ikamaru.“

Beliau menjelaskan bahwa siap menjadi Ikamaru, berarti siap menjaga loyalitas dengan turut berpartisipasi dalam setiap program yang diadakan pengurus. Beliau mengutip “Ikrar Setia Alumni”, karena janji ini disaksikan oleh para masyayikh dan orang tua masing-masing. Sudah seharusnya janji itu ditepati oleh setiap alumni. Beliau memberikan motivasi, “Kalau mau mengurus Ikamaru, insyaallah kita akan mendapatkan barokah dari Mbah Suyuthi.”

Kemudian Gus Hasan kembali menyinggung soal Ikrar Setia Alumni. Kali ini beliau menyinggung Ikrar pada poin ketiga yang berbunyi, “Senantiasa mengingat, membela, dan memelihara nama baik almamater kapan dan di mana saja.” Hal ini berkaitan dengan perilaku anggota IKAMARU dalam keseharian. Juga akhlak saat berkomunikasi dengan orang selain IKAMARU sendiri. Akhirnya Gus Hasan memberikan closing statement, “Alumni Raudhatul Ulum itu membawa panjinya Mbah Suyuthi. Segala kelakuan kita selalu dipantau Beliau.“

Mas Anas Azizy Lc. MA, salah seorang sesepuh IKAMARU menyambung sambutan selanjutnya. Dalam sambutannya, Mas Anas mengimbau kepada seluruh anggota untuk mempererat hubungan emosional seperti halnya dulu waktu hidup satu atap di pondok. Beliau yang telah 15 tahun menuntut ilmu di Mesir juga menyatakan, bahwa sekarang ini IKAMARU RAM dengan kuantitas hampir mencapai 200-an, tentunya harus mengimbangi kualitas setiap individunya.

Beliau menyatakan bahwa setiap individu yang memutuskan memilih studi ke Al-Azhar setidaknya mempunyai dua tanggungjawab. Pertama, bersusah payah mewujudkan apa yang telah diniatkan saat menginjakkan kaki di bumi kinanah ini. Apalagi menurut beliau majelis-majelis ilmu saat ini lebih marak jika dibandingkan dengan dulu waktu pertama di Mesir pada tahun 2004. Beliau menuturkan, untuk mewujudkan niat itu salah satunya dengan istikamah. Mas Anas menuturkan pengalaman pribadinya, “Saya selalu berusaha menyelesaikan satu buku setiap harinya, kang.”

Pesan yang berikutnya adalah melaksanakan apa yang telah dipelajari, serta menyampaikan kepada lingkungan masing-masing saat pulang ke Indonesia. Terakhir Kang Anas -sapaan akrabnya – meminta doa agar proses kepulangannya ke tanah air pada bulan depan diberikan kelancaran. Serta meminta maaf atas segala kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan makan bersama.(Zamil)

Check Also

Pesan Kepada IKAMARU Mesir, Drs. KH. M. Najib Suyuthi, M.Ag : “al-Quwwatu fi al-Ittihad”

Kairo, ikamarumesir.com – Pada hari Ahad, 17 Februari 2019 Kiai Najib mendarat di Ka…